Jumat, 27 Februari 2015

Investasi Cerdas untuk Masa Depan Cerah

Share on :
“Kek Seno kenapa, Pa?” bisikku penasaran.
Punggung pria tetangga depan rumah kami itu semakin menjauh. Mengiringi langkahnya yang terseok masuk kembali ke dalam rumahnya.
Suamiku menghela napas berat, “Kasihan sekali Kek Seno, Ma. Dia kehilangan pekerjaannya di pabrik panci. Ada peremajaan karyawan, katanya.”
“Iya sih. Aku sudah dengar kabar itu. Tapi kan Kek Seno, dapat pesangon dong!”
Suamiku menggeleng.
“Lho, masa enggak sih?
Kek Seno itu kan sudah puluhan tahun kerja di pabrik itu?” tanyaku tak habis pikir.
“Benar, Ma. Kek Seno gak dapat sepeserpun.”
“Wah, kasihan banget. Terus, sekarang Kek Seno kerja apa? Dia kan harus tetap punya pemasukan meskipun hanya untuk menghidupi diri sendiri.”
“Yaa, bisa kerja di mana di usia yang sudah senja begitu, Ma?” suamiku mengangkat bahu.
“Siapa coba yang mau ambil karyawan di atas usia enam puluh? Sekarang kan zaman outsourcing, Ma. Boro-boro diatas enam puluh tahun, usia di atas tiga puluh tahun saja susah nyari kerja meski dengan mengandalkan ijazah sarjana.”
Aku hanya bisa tertegun. Membayangkan seorang kakek yang tinggal sebatangkara dan tak punya pendapatan untuk menghidupi dirinya.
“Kesian banget, Kek Seno, ya, Pa.”
“Heeh,” suamiku mengangguk. “Makanya tadi Papa ajak dia makan siang  bareng kita tadi.”
“Lha, ngasih makan doang, Pa?”
“Ada sih, sedikit salam tempel tadi,” tambah suamiku.
Tapi meski demikian, tetap saja Kek Seno harus punya pemasukan rutin, batinku.
“Lho, kok bengong, Ma?”
“Pa, coba Kek Seno dulu pernah ikutan kelas Investasi Cerdas BEI dan Mandiri Sekuritas ya.  Mungkin hal seperti ini tak perlu terjadi. Karena Kek Seno sudah cerdas investasi.”
“Kelas  Investasi Cerdas?”
“Iya, Pa. Dengan memahami investasi cerdas, Kek Seno tentu bisa menyiapkan masa pensiunnya sejak dini sehingga bisa sejahtera secara finansial.”
“Kelas Investasi Cerdas yang mana sih, Ma? Mama kebanyakan ikut berbagai acara, Papa jadi gak mudeng nih,” suamiku mengangkat alisnya penasaran.
“Ah, Papa. Masa lupa sih. Itu lho Pa, kelas belajar investasi yang pulangnya, Mama dimodalin untuk beli saham. Hihihi!” 
“Lho, Mama kok gak bilang-bilang sih. Papa mau dong kalau dimodalin.”
“Lha, Papa udah pikun ya? Mama udah pernah cerita kan kalau Mama ikutan kelas Investasi Cerdas di Bursa Efek Indonesia? Itu lho, yang Papa ngomel dan bilang kalau trading saham itu judi.”
“Ooh, yang  itu. Jadi, Mama tetep ikutan trading saham?” suamiku baru ingat sepertinya.
“Ya, iyalah, Pa. Secara Mama bisa trading saham dari rumah via  website Mandiri Sekuritas Online Trading.  Jadi nggak mengganggu kegiatan sehari-hari.”




“Astagfirullah, Mama. Papa kan udah bilang jangan ikut saham-sahaman seperti itu!”
“Papa, saham itu nggak haram Pa. Lihat nih, MUI sudah memberikan fatwanya. Aku menyodorkan Tab-ku padanya.



“Lagian, Mama kan ikutan tradingnya yang saham syariah. Lumayan lho, Pa. Profitnya bisa Mama investasikan lagi  untuk membeli Reksadana.”
“Reksadana? Apa itu, Ma?”
“Reksadana itu  merupakan sebentuk sarana investasi, Pa. Ada yang berupa Reksa Dana saham, obligasi atau jenis efek lainnya. Nih, Papa bisa baca infonya di sini."



“Berarti uang Mama plus uang dari Papa, Mama investasikan di sana semua? Bagaimana kalau Mama tertipu investasi bodong?"
"Haha! Ya, enggaklah Pa. Itulah gunanya ikutan kelas Investasi Cerdas Mandiri Sekuritas dan BEI. Dengan memahami apa itu investasi dan jenis-jenisnya, maka kita akan bisa menikmati hasilnya. Apalagi ini, Mandiri Sekuritas lho Pa. Siapa sih yang gak kenal? Sekuritas ini terdaftar di Bursa Efek Indonesia lho. Asal Papa tau aja, nggak semua sekuritas bisa dengan mudah masuk list BEI. Ada sejumlah kriteria yang harus mereka penuhi dulu, lho."
Suamiku manggut-manggut.
"Wah, isteriku memang cerdas ya. Kalau begitu Papa enggak kuatir lagi. Mama pasti bisa mengatur keuangan  rumah tangga kita.
"Nah, gitu dong Pa!" aku mengacungkan jempol. "Kalau begitu, mulai sekarang jatah uang bulanan  naik ya? Kan uangnya untuk investasi, bukan buat arisan atau shopping." Aku mengedipkan sebelah mata.
Dan kalau melihat ekspresi wajah suamiku, sepertinya kucuran uang belanja akan semakin lancar jaya nih. Hihihi... Terimakasih Smart Investing BEI dan Mandiri Sekuritas! ^__^  



18 komentar:

  1. Balasan
    1. Tq mak Maya :) Emak harus cerdas finansial demi masa depan anak bangsa yang lebih terjamin ;)

      Hapus
  2. Memang perempuan sekarang harusc erdas dalam sehgala hal ya mak, termasuk investasi ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mak, apalagi cerdas investasi (y)

      Hapus
  3. Ooh ada juga ya saham syariah? Aku baru tahu lho.. Coba dong Mbak ulas lg mengenai investasi ini secara lbh detil..koq kayaknya aku tertarik, hehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada mbak Rita. Sejak tahun 2011, Dewan Syariah Nasional- Majelis Ulama Indonesia sudah mengeluarkan fatwa DSN No: 80/DSN-MUI/III/2011 terkait penerapan prinsip syariah dalam perdagangan efek di bursa efek. Inshaallah nanti saat posting saya mention dirimu, saat ini on progress penulisan artikelnya ;)

      Hapus
  4. Aku jadi mulai kepikiran investasi juga Mak.. Tapi Reksa Dana gak ngasih keuntungan secara instan ya Mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maksud mbak Hilda mengenai keuntungan secara instan itu apa ya? Reksadana ini simpelnya, kita memberikan uang kita untuk dikelola oleh seoerang manajer investasi dari sekuritas yang kita percaya. Uang tersebut kita investasikan dalam jangka waktu tertentu, mulai dari 3 bulan sampai tahunan(tergantung jenis Reksadana dan tujuan investasinya). Namun kalau sewaktu-waktu ada keadaan darurat dan ingin menarik dana tersebut kembali, bisa saja dan tanpa penalti. Tak sama dengan menarik kembali uang asuransi sebelum jatuh tempo,kena penalti dan malah rugi. hehe (pengalaman pribadi)

      Hapus
  5. memang bener banget klo investasi ini perlu supaya masa depan jadi lebih baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget mbak (y). Demi masa depan kita dan anak bangsa :)

      Hapus
  6. istri sholehah dan cerdaas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tengkyuu mak Dedew! Aku padamuu ^__^

      Hapus
  7. Investasi memang penting banget :)

    BalasHapus
  8. Wah jd pengen ikutan kelas cerdas finansial ih..... ^_^

    BalasHapus