Minggu, 06 April 2014

Yuk, Kita Temukan dan Sembuhkan Pasien TB!

Share on :
Gejala TB
"Uhuukk!Uhukk!Uhukk!" Lelaki bertubuh kerempeng itu batuk sampai terbungkuk-bungkuk. Setelah batuk-batuk dalam waktu lama, dia kemudian mengangkat saputangan putih yang sebelumnya menempel di mulutnya. Astaga! Ada gumpalan dahak penuh darah di sana! 

Dari sepenggal film Indonesia di masa kecil itulah aku jadi tahu bahwa ternyata orang yang batuk berdarah itu terkena penyakit TBC. Namun, siapa yang menyangka ya. Penderita TB ternyata bukan hanya  lelaki kurus kering yang sering batuk-batuk mengeluarkan darah. TB bisa menyerang semua orang! Lelaki dan perempuan. Anak-anak dan dewasa. Bagaimana kita bisa temukan dan sembuhkan pasien TB? 

Pertama adalah dari ciri-cirinya. Dan ternyata ciri-ciri dari penderita TB itu bukan hanya sebatas tubuh kerempeng dan  batuk-batuk dengan dahak berdarah  saja. Ternyata oh ternyata, aku baru tahu kalau ternyata  ciri-ciri penderita TB itu adalah  saat ada seseorang yang menderita batuk berdahak secara terus menerus hingga tiga minggu lamanya. Nah, kita sebaiknya  mulai waspada. Amati dia lebih lanjut. Sebab ada gejala lain selain gejala-gejala di atas  seperti :

1.Demam dan meriang dalam jangka waktu lama bahkan hingga lebih dari satu bulan. 
2.Hilangnya nafsu makan.  
3.Bobot tubuhnya semakin menyusut
4.Tubuhnya sering terasa letih dan lemah
5.Mengalami rasa nyeri di bagian dadanya
6.Sering berkeringat di malam hari walau pun tidak sedang melakukan kegiatan apapun juga

Namun, kita jangan buru-buru memastikan bahwa dia positif terkena TB lho! Agar lebih yakin sebaiknya kita sarankan dia untuk periksa ke puskesmas atau dokter atau klinik kesehatan terdekat. Karena, dahak si penderita yang kita curigai terkena TB itu harus diperiksa di laboratorium agar dokter bisa memastikan apa penyakit yang dideritanya dan jenis pengobatan apa yang harus diberikan padanya. Hal ini disebabkan 
karena gejala TB ini juga dipunyai oleh penyakit paru lainnya.

TB juga menyerang Bayi dan Anak-anak
Hati-hati buat Anda yang masih memiliki anak-anak dan balita karena ternyata TB juga bisa menyerang mereka. Ciri yang paling jelas terlihat adalah:
1.Ketika berat badan si anak atau balita turun drastis tanpa sebab yang jelas selama tiga bulan berturut-turut.
2.Selain itu anak juga akan kehilangan nafsu makan. 
3.Sering demam tanpa sebab. 
4.Dan juga sering berkeringat malam. 
5.Tentu saja batuk yang terus menerus serta lebih dari sebulan juga merupakan salah satu gejala yang harus segera diwaspadai.

Dan bahayanya lagi, penderita TB bisa menularkan pada minimal sepuluh sampai lima belas orang per tahunnya! Bayangkan jika yang tertular itu adalah teman, tetangga,atau anggota keluarga Anda! Sungguh berbahaya kan?!

Segera ke Dokter!
Jika ada tersangka atau terduga TB di sekitar kita, segeralah ajak atau bawa dia ke dokter. Pemeriksaan dokter akan memastikan apakah dia benar-benar terkena TB atau penyakit paru lainnya.
Dan jika memang dia positif TB, perlu diketahui bahwa proses pengobatan TB memang tak sebentar. Sehingga banyak juga pasien TB yang merasa jenuh dan putus harapan hingga akhirnya berhenti di tengah jalan.
Pengobatan TB biasanya berlangsung selama dua sampai tiga bulan lamanya. Kadang ditengah perjalanan atau proses pengobatan, gejala TB mulai menghilang dan pasien mulai mendingan. Dan karena merasa sudah sembuh maka pasien  pun berhenti meneruskan minum obat. Hal ini sangat berbahaya karena kuman TB jadi kebal terhadap obat tersebut. Jika hal ini terjadi, maka si pasien tidak bisa diberikan obat dengan dosis dan komposisi yang sama lagi.
Dan penyebab kegagalan pengobatan TB ini bukan hanya pada masalah pasien yang berhenti minum obat di tengah proses pengobatan, tapi bisa juga disebabkan oleh dosis obat TB yang tidak tepat atau kombinasi obat TB-nya tidak lengkap.

PMO
Untuk mengatasi terjadinya proses pengobatan yang berhenti ditengah jalan, maka dicarikanlah sebuah solusi yaitu PMO. PMO adalah kepanjangan dari "Pendamping Minum Obat."
Orang yang bertugas sebagai PMO akan mendampingi si penderita TB selama proses pengobatan yang panjang ini. PMO bertugas memberi semangat dan mengingatkan agar si pasien TB meminum obat secara rutin dan penuh semangat untuk menyelesaikan proses pengobatan tersebut. Biasanya tenaga PMO ini adalah sukarelawan yang berasal dari keluarga dekat atau tetangga atau sahabat si penderita TB.

Dengan bertambahnya wawasan kita mengenai ciri-ciri penderita TB, imbasnya pada kesehatan orang-orang di sekitarnya dan solusi penyembuhannya, maka kita bisa ikut membantu temukan dan sembuhkan pasien TB. Semoga penularan penyakit TB di Indonesia semakin berkurang dari waktu ke waktu dan akhirnya Indonesia bisa bebas TB. Aamiin ya Rabb  

by
Aira Kimberly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar