Rabu, 12 Maret 2014

Webinar Homeschooling Anak usia Dini 1

Share on :

Apa itu homeschooling? Mengapa homeschooling usia dini? Apa yang khas pada homeschooling Usia Dini? Apa prinsip-prinsipnya? Bagaimana cara memulai HS usia dini? Itu adalah pertanyaan utama saya sehingga akhirnya memutuskan ikut webinar Rumah Inspirasi ini :






Webinar  tentang Homeschooling untuk Anak Usia Dini merupakan webinar yang paling saya tunggu-tunggu. Mengapa? 
Karena si bungsu Gie (5 th) menolak bersekolah di PAUD. Dia mogok ke sekolah pada hari ke 3! Gurunya di PAUD menyarankan untuk tidak memaksa Gie sekolah dan saya pun sependapat. 
Saya tak tahu apakah karena Gie dan saya sehati? Sebab, psst... dari awal saya sebenarnya ingin Gie Homeschooling  saja ^__^  Jadi mungkin Gie bisa membaca keinginan saya atau mungkin karena Gie sendiri yang tak mau ke PAUD? Hmm...?
Apapun itu alasannya,  namun hal ini merupakan kesempatan besar bagi saya untuk mencoba Homeschooling untuk Anak Usia Dini pada Gie. Karena tentu akan merupakan suatu hal yang menyenangkan karena bisa menikmati masa golden years bersama Gie. Kapan lagi coba? Sekarang saja tak terasa Gie sudah 5 tahun. Tinggal setahun lagi sebelum masuk SD. Masa mau  bikin baby lagi sementara usia dan berbagai faktor lain sudah tak memungkinkan lagi? :D 

Okay, kembali ke webinar. Webinar pertama  kami pun dimulai dengan sapaan merdu mbak Lala yang sengaja membuka ruang kelas satu jam sebelum waktunya. Tujuannya adalah para peserta yang baru pertama  kali ikut webinar Rumah Inspirasi bisa merasa nyaman  dan juga memberi kesempatan pada peserta webinar yang mencapai  215 peserta dari seluruh dunia ini untuk saling menyapa dan memperkenalkan diri. 
Setelah itu Mas Aar dari Rumah Inspirasi  lalu memulai sesi webinar 1 yaitu “Pengantar Homeschooling Usia Dini”  tepat pada  pukul 7 malam.  
Mas Aar membuka dengan menggambarkan bahwa  kita semua sebagai seorang praktisi Homeschooling, merupakan seorang perintis di keluarga dan wilayahnya masing-masing. Karena itu, kita butuh teman-teman yang seiring dan sevisi untuk bisa saling menginspirasi. 
Meski jarak dan waktu sekarang bukan menjadi halangan lagi karena ada jaringan internet yang bisa menjadi solusi bagi kita untuk berjejaring dan mencari teman sevisi. Baik teman-teman dari dalam negeri maupun dari luar negeri seperti para peserta webinar kali ini. Ada yang dari sabang sampai merauke hingga dari sesama wilayah asia tenggara seperti  Malaysia. Dari Hongkong hingga ke   Doha, Turki hingga Inggris dan Amerika. Sungguh beruntung memang kita  yang hidup di era internet seperti ini,  kesibukan kita di tempat lain seperti tempat kerja atau kesibukan sehari-hari di rumah, bisa diselaraskan dengan hal lain yang tak kalah penting yaitu menambah ilmu tentang parenting.


Sejarah Homeschooling
Homeschooling berawal dari masa di awal tahun 1970 an di Amerika Serikat, di mana ada fenomena saat itu banyak keluarga yang mengirim  anak-anak mereka sejak bayi ke lembaga-lembaga eksternal dan belajar materi-materi akademis seperti halnya yang sedang marak di Indonesia saat ini . 
Pada waktu itu, ada concerned dari para ahli. dimana salah satunya adalah Dr.Raymond Moore dan istrinya. Mereka menerbitkan sebuah buku  yang menjadi pemicu dalam gerakan homeschooling untuk anak usia dini. 
Dr.Raymond Moore bilang, “Secara umum, guru terbaik tidak dapat menyamai orangtua bahkan dengan pengalaman yang biasa saja.” 
Pemikiran inilah yang menjadi sebuah  gerakan pemicu pemikiran tentang “Better late than early.”
Maksudnya adalah anak-anak (untuk hal-hal akademik seperti calistung) butuh kesiapan  fisik (otak) untuk menerima materi akademik. Jika hal ini terlalu cepat diberikan dan anak-anak  dititipkan di sebuah lembaga eksternal, maka ada 'biaya' yang harus dibayar dari proses itu. Meski di satu sisi ada percepatan, namun di sisi lain ada yang harus diwaspadai yaitu perkembangan sisi psikologis anak.
Jika anak-anak terlalu cepat dilepas, maka ada sebuah bom waktu psikologis dimana saat dia remaja akan rentan terhadap sistem eksternal seperti bullying, narkoba, dll. So, better late than early ;) 
Sebab kalau materi akademis yang terlambat, ini bisa dikejar. Tapi, jika terlalu cepat, bisa berpengaruh buruk pada sisi psikologis si anak. Pemikiran inilah yang menjadi pemicu gerakan Homeschooling  di  Amerika Serikat. Meski tentu saja kondisi di Indonesia berbeda tapi spirit dasarnya tetap sama. 
Meskipun di Indonesia, homeschooling yang populer di  masyarakat beda dengan  homeschooling   di keluarga-keluarga di berbagai belahan dunia lain.
  
Terdapat 3 (tiga) hal yang  basic dari Homeschooling yaitu:
1. Homeschooling bukanlah sebuah bisnis atau  franchise dan lain sebagainya
2.Homeschooling bukan bersekolah (sekolah yaitu tempat orangtua menitipkan anak-anak mereka pada sistem) dimana orangtua memilih untuk bertanggung jawab sendiri terhadap pendidikan anak mereka.
Orang tua harus punya visi bagaimana anak-anaknya kelak akan berkembang. Bisa melalui dukungan  tutor, unduh informasi dan bahan dari internet, dan lain sebagainya. Intinya adalah orangtua   memilih untuk bertanggung jawab sendiri akan pendidikan anak
3. Rumah adalah awal sarana belajar. Sebab anak homeschooling tak hanya ada di rumah terus. Proses belajar mereka sangat bervariasi tapi  berbasis keluarga. Tak ada sebuah  standar tertentu di dalam praktek homeschooling. Setiap keluarga  memiliki kebiasaan atau tanggung jawab untuk merancang proses pendidikan yang sesuai dengan nilai-nilai keluarga. Untuk pendidikan anak bebas  memilih apakah akan memakai ijazah ataupun tidak.
 Homeschooling Usia Dini beda dengan homeschooling anak usia sekolah. Proses kegiatannya juga sangat berbeda. Yang paling pokok dari gagasan homeschooling usia dini adalah bagaimana proses parenting atau pengasuhan yang baik, bukan tentang akademis.

 Kita dengar kutipan dari  Charlotte Mason yaitu, 
“Tugas pertama seorang ibu adalah menjamin anak-anaknya memperoleh waktu bertumbuh dengan tenang, hidup 6 tahun penuh untuk menyerap segala sesuatu tanpa tuntutan (passive receptive life).”

Usia golden ages adalah usia 0-5 tahun, saat itu anak sedang tumbuh dengan luar biasa. Sebenarnya hal yang penting dilakukan adalah bagaimana mengokohkan proses pertumbuhan itu sehingga selaras sehingga saat anak masuk usia sekolah, dia bisa belajar berkembang dari sisi kemampuan  akademis.
Parenting bukanlah perlombaan. Karena setiap  anak beda-beda. Tidak boleh ada pressure. Sesuai kemampuan anak saja.

Manfaat Homeschooling untuk Anak Usia Dini antara lain adalah :
- karena orangtua yang terlibat penuh, maka perkembangan anak luar biasa
- ikatan kuat akan terjalin antara anak dan orangtua
- pondasi jangka panjang untuk anak otomatis akan terbentuk

Yang diperlukan adalah orangtua harus konsisten dan fokus dalam menjalankan program  Homeschooling untuk Anak Usia Dini ini.

 Wuadduh! Saya mendadak harus break beberapa menit karena ada tamu. Untung saja webinar ini ada rekamannya, jadi saya gak usah takut ketinggalan materi ;)
Akhirnya bisa kembali lagi ke depan kompi setelah tamunya yang berasal dari Garut pulang meninggalkan sebingkis oleh-oleh   berupa dodol garut dan rengginang ^__^

Mas aar sedang membahas tentang tugas kita sebagai orangtua  yaitu  :
menyerdehanakan proses parenting dan gagasan-gagasan di dalam proses keseharian anak.
1.Yang penting anaknya sehat. Makanan yang dikonsumsinya sehat. Pola tidurnya teratur dan lebih banyak terlibat dalam  kegiatan  fisik. Misalnya jalan pagi keliling kompleks setiap hari atau hal lainnya. 
2.Yang penting anaknya bahagia
  
John Medina penulis buku "Brain Rules for Baby"  mengatakan bahwa  "Otak bayi tak dapat belajar sampai dia merasa aman."  Apakah maksudnya? Ternyata anak bisa berkembang dengan baik pada saat mereka merasa nyaman.  Orangtua bisa memberikan kenyamanan pada anak dengan cara merespon  anak, memberikan  pelukan, usapan, dan sebagainya.

Demikianlah sebagian kecil dari materi webinar sesi 1. Tak mungkin dituliskan semua di sini karena materinya seabreg ^__^
Mmm... tak sabar rasanya ingin lanjut ke materi  webinar sesi berikutnya :)


2 komentar:

  1. Wah mbak.. Ini info baru nih buat saya. Anak saya belum 3 tahun sih.. Tfs yaa. Salam kenal n sampe ketemu d lock n lock cooking demo. Hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mabk Ayu, akhirnya kita ketemu juga ya kemaren :D acaranya seru banget (y)
      Oya, nama anaknya siapa mbak? masih 3 tahun? wah, masih ada kesempatan 2 tahun niy buat menikmati masa golden years bersama-sama. Jangan disia-siakan yaa ^__^

      Hapus