Minggu, 24 Maret 2013

Share on :
Review Film Perahu Kertas




sumber foto

Film ini dibuat dengan pengaturan plot yang memikat. Entah, apakah sama dengan kisah yang di buku aku juga tidak tahu sebab aku belum pernah baca bukunya. Tapi konflik yang terjadi dinamis dan memikat.
Bagaimana seorang Kugi bisa jatuh cinta pada Keenan. Sementara Keenan sedang dekat dengan seorang cewek bule.
Kemudian Keenan berhubungan dengan cewek Bali bernama Lude sementara Kugi juga akhirnya terlibat hubungan dengan Remi, Boss sekaligus teman abangnya. Membuat penonton jadi penaasaran dengan bagaimana akhir film ini. Apakah kedua tokoh utama akan memperjuangkan cinta mereka dengan cara 'kasar' seperti umumnya cerita cinta dengan orang ketiga yang ada di film-film Indonesia atau mereka melakukannya dengan cara 'manis'.
Dan ternyata  meski Keenan mengetahui perasaan kugi yang sama dengan perasaannya, namun dia menghargai  hubungan yang terjalin diantara Kugi dan Remi. Keenan merelakan Kugi untuk Remi dan meminta Kugi untuk tidak 'lari' lagi.
(Hmmm..Kugi reminds me when I was a teenager. Rebel..not rebel but unique, natural, full of life, dreamer and polos tapi suka 'lari' :))
Keenan akhirnya kembali ke Bali pada Kadek Lude. Tapi, Lude ternyata nggak yakin kalau hati Keenan tulus untuknya. Dia berkata bahwa 'hati bukan memilih tapi dipilih' (nah,ini bikin bingung aku niy. Kalau hati Keenan bukan memilih Lude tapi dipilih Kugi, lalu apakah Lude tidak berhak memilih hati Keenan?)


Tidak ada komentar:

Posting Komentar