Jumat, 11 Januari 2013

Tak Bahagia Sehabis Melahirkan?

Share on :


Ada ibu yang terkesan tidak bahagia menyambut kehadiran bayinya. Bahkan terlihat depresi. Padahal melihat bayi yang imut dan lucu saja sungguh menyenangkan. Tentu bagi sebagian orang hal ini menimbulkan rasa bingung. Tak tahu harus bagaimana menyikapinya.
Para ahli sesungguhnya telah menemukan   beberapa penyebab   terjadi hal seperti ini. Peristiwa ini lebih dikenal dengan sebutan Depresi Pasca Melahirkan atau DPM.
DPM bisa disebabkan oleh   beberapa hal sebagai berikut,

  • Menurunnya kadar vitamin B1 dalam tubuh ibu setelah proses bersalin.
  • Rendahnya kadar vitamin B2   dalam darah.
  • Selama  waktu  kehamilan si ibu kurang mendapat asupan asam amino tirosin dalam jumlah yang cukup. Sementara tirosin ini  bekerja menghalangi zat –zat pemicu stress masuk ke dalam otak.
Hal ini dapat disiasati dengan cara mengatur asupan gizi untuk ibu yang baru melahirkan. Berikut jenis  makanan yang diutamakan untuk Anda  konsumsi, al:

  • Susu, yoghurt, keju,  telur, tahu, tempe,susu kedelai, alpukat, daging ayam tanpa lemak,   sayuran berdaun hijau,asparagus, kacang-kacangan,  kol, brokoli, bit, plus   aneka ikan dan olive oil.
  • Havermut, kentang,  pasta gandum utuh,  beras  merah, roti gandum utuh, singkong, ubi jalar plus umbi lainnya.
  • Ada sebagian ibu muda yang takut gemuk setelah melahirkan. Sehingga sewaktu  hamil  membatasi asupan karbohidrat kompleksnya. Misalnya dengan mengurangi makan nasi beras merah sehingga  akan  mengurangi produksi serotonin dan triptofan  di dalam darah. Akibatnya  tubuh  akan meminta asupan makanan atau minuman manis lain. Hal ini mampu memacu naiknya kadar serotonin secara cepat namun  mendadak akan cepat drop kembali.Peristiwa ini bisa mendatangkan perasaan   tidak nyaman .

Menurut Wied Harry A. dalam bukunya Good Mood Food, Anda dapat mengenali tanda-tanda DPM dari gejala- gejala yang terjadi berikut:

1.Merasakan ketidakbahagiaan berkepanjangan.
2.Tidak mampu berpikir jernih dan sulit berkosentrasi.
3.Tidak bersemangat, daya ingat merosot.
4.Merasa tidak berguna atau merasa bersalah.
5.Merasa putus asa, sampai muncul perasaan ingin bunuh diri.
6.Mengalami gangguan pola tidur, sulit tidur, atau malah terlalu banyak tidur.
7.Mengalami gangguan pola makan : tidak ada nafsu makan atau malah sangat bernafsu makan.
8.Merasa ketakutan dan mudah tersinggung.
9.Mudah lelah, meskipun tidak banyak bekerja.
10.Menurunnya kemesraan terhadap pasangan, bahkan tidak bernafsu melakukan hubungan seksual.
11.Gelisah, panik, jantung berdebar-debar
12.Lebih suka mengurung diri di kamar atau rumah, menghindari kontak dengan orang lain.

Bila Anda  mengalami gejala DPM, jangan kuatir. Sebab, dengan mengatur pola makan yang benar,  DPM akan  pergi.^__^
write by 
Aira Kimberly

Tidak ada komentar:

Posting Komentar